Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan digelar pada 27-31 Agustus 2026. Jelang pelaksanaan sejumlah pengurus Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung meminta agar calon ketua umum PBNU tidak rangkap jabatan.
Hal itu disepakati 14 dari 15 pimpinan tertinggi PCNU se-Lampung yang hadir dalam rapat konsolidasi di PP Bustanul Falah, Kota Bandar Lampung, Minggu, 12 Juli 2026.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Dalam pertemuan tersebut para syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung membahas terkait ketentuan larangan rangkap jabatan bagi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Pada Bab XVI Rangkap Jabatan, pasal 51, ayat (4-6) Anggaran Rumah Tangga Perumpulan NU ditentukan sebagai batasan tidak boleh rangkap jabatan politik, termasuk Menteri.
Demikian juga dalam Peraturan Perkumpulan Nomor 12 tahun 2025, Bab IV Rangkap Jabatan Pengurus Di Lingkungan NU dengan Jabatan Politik, pasal (9-11). Atas dasar itu, 14 PCNU se-Lampung mengusulkan dan meminta kepada calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU, harus mengundurkan diri bila sedang rangkap jabatan politik.Sejalan dengan usulan ini, jajaran syuriyah PCNU se-Lampung dalam putusannya mengharuskan kepada ketua-ketua tanfidziyah PCNU se-Lampung agar berkoordinasi dan mengikuti arahan Rais Syuriyah PCNU masing-masing dalam pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35, nanti.
Selain rangkap jabatan, sistem pendidikan madrasah juga dibahas jajaran syuriyah se-Lampung. Mereka meminta agar sistem pendidikan madrasah yang selama ini di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Hal ini dimaksudkan agar diperlakukan adil dan setara dalam kebijakan negara maupun anggaran.
Terkait hasil keputusan koordinasi jajaran syuriyah PCNU se-Lampung, calon ketua umum PBNU yang sudah bersilaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Lampung KH Abdussalam Shohib, Gus Salam memberi apresiasi terhadap rekomendasi para kiai jajaran syuriyah yang konsistensi terhadap konstitusi NU dan penegakan aturan perkumpulan.
“Keputusan rekomendasi yang bagus dari para kiai syuriyah. Konstitusi dan aturan organisasi harus ditegakkan secara adil, setara dan konsekuen. Dan hal itu untuk memastikan tidak ada pelanggaran atau manipulasi ketentuan-ketentuan dalam muktamar, nanti,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Mengenai rekomendasi yang meminta agar sistem pendidikan madrasah terintegrasi kedalam Sisdiknas, hal itu menjadi tuntutan yang sama di semua daerah. Menurut Gus Salam, satuan pendidikan madrasah banyak berdiri di lingkungan pesantren, bahkan menjadi bagian pesantren. Dan di Indonesia ada empat puluhan ribu pesantren mu’tabar yang mendedikasikan layanannya sesuai tiga fungsi berdasar UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Maka, entitas pesantren semestinya mendapat perhatian lebih dari negara.
Terpisah, Ketua Ikatan Mutakhorrijin Al-Falah Ploso (IMAP) wilayah Sumatera dan Lampung Ustaz Syamsuddin mengatakan, para kiai di syuriyah adalah para ulama yang bertugas memberi arah dan memandu gerakan jam’iyyah NU sebagai kekuatan civil society.
“Para kiai syuriyah NU itu bagai lentera yang menerangi jalannya organisasi. Keputusannya adalah kebaikan yang dirumuskan dengan kebijaksanaan. Tentu, mempertimbangkan variabel dan faktor penting untuk kebaikan NU,” ungkapnya.
Karenanya, NU harus kembali ke akar dan kepribadian pesantren. NU didirikan oleh ulama pondok pesantren, namun harus adaptif terhadap kemajuan zaman. NU tetap hidup sesuai zamannya, dan tetap sehat karena tidak tercerabut dari akarnya.
Dia menilai calon ketum PBNU seperti Gus Salam merupakan sosok berkepribadian pesantren dan membawa misi transformasi bagi pesantren. Visinya jelas, menjaga langit pesantren dari tradisi menuju peradaban. Melalui kepemimpinannya, eksistensi dan kepribadian NU akan terjaga ditengah modernitas.
"Seluruh fungsionaris NU, terutama di Sumatera dan Lampung merindukan muktamar berjalan lancar, damai dan menjadi ajang silaturahmi yang menyenangkan. Sebagaimana syuriyah PCNU se-Lampung yang berharap muktamar berjalan aman, tenang dan riang gembira," ucapnya.










