Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Pemantauan dan pelayanan sektor publik dan keamanan nasional di Tanah Air akan semakin meningkat. Hal ini berkat kerja sama antara PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), bagian dari TelkomGroup, dengan UNIVITY, entitas global penyedia infrastruktur konektivitas berbasis antariksa.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi langkah awal untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi serta pengembangan solusi konektivitas berbasis satelit guna mendukung kebutuhan telekomunikasi di Indonesia. MoU juga ini merupakan komitmen bersama dalam menjajaki penguatan kapabilitas konektivitas satelit yang berdaulat bagi Indonesia.
Salah satu aspek yang akan dikaji adalah pemanfaatan infrastruktur stasiun bumi yang berlokasi di dalam negeri dan terintegrasi dengan konstelasi VLEO pada masa mendatang. Telkomsat dan UNIVITY juga akan mengevaluasi potensi pengembangan arsitektur hybrid multi-orbit dengan mengintegrasikan keandalan jaringan satelit geostasioner Telkomsat dan sistem VLEO yang dikembangkan UNIVITY.
Integrasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan solusi konektivitas yang aman, tangguh, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan nasional, termasuk untuk mendukung prioritas sektor publik serta aplikasi keamanan nasional.
Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro K. Widiawan mengatakan, konektivitas satelit terus memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tersebar secara geografis. Melalui MoU bersama UNIVITY ini, pihaknya berharap dapat mengeksplorasi arsitektur satelit yang berkembang dan kapabilitas jaringan nonterestrial pada masa mendatang dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang di seluruh Indonesia."Sebagai operator satelit nasional, Telkomsat memiliki kapabilitas dalam mengintegrasikan layanan komunikasi satelit dan terestrial melalui dukungan aset satelit, infrastruktur stasiun bumi, kemampuan operasional, serta pemahaman terhadap regulasi nasional," kata Anggoro dalam keterangannya dikutip Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, Founder dan CEO UNIVITY, Charles Delfieux, menambahkan, Indonesia merupakan salah satu pasar konektivitas paling dinamis di dunia, dengan peluang bagi konvergensi jaringan terestrial dan jaringan berbasis antariksa. Melalui MoU bersama Telkomsat ini, UNIVITY berharap dapat menjajaki solusi konektivitas satelit masa depan dapat melengkapi infrastruktur yang telah tersedia serta mendukung berbagai penerapan baru seiring waktu.
"UNIVITY saat ini tengah mengembangkan infrastruktur antariksa bersama yang bersifat netral dan dirancang untuk menempatkan operator telekomunikasi sebagai bagian utama dalam rantai nilai layanan konektivitas," kata Charles.










