BGN Sebut 80 Siswa Ponpes Manbaul Hikam Putat Masih Dirawat, Janji Kawal hingga Pulih

BGN Sebut 80 Siswa Ponpes Manbaul Hikam Putat Masih Dirawat, Janji Kawal hingga Pulih

Nasional | sindonews | Rabu, 2 September 2026 - 22:17
share

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan sebanyak 512 siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Sidoarjo, telah mendapatkan penanganan medis usai diduga mengalami keracunan makanan. Saat ini, 80 siswa di antaranya masih menjalani rawat inap.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan BGN akan terus memantau kondisi para siswa yang masih dalam perawatan. Ia memastikan mereka akan mendapatkan penanganan medis hingga pulih dan dapat kembali ke rumah masing-masing.

"BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing," kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: BGN Berhentikan Sementara SPPG Kalitengah Sidoarjo Buntut Kasus Keracunan

Selain 80 siswa yang masih dirawat, sebanyak 312 siswa telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, 120 siswa lainnya masih dalam tahap observasi. Ketut menegaskan BGN terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan secara menyeluruh.

BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak beserta keluarga yang mendampingi mereka. "BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi," kata Ketut.

Di sisi lain, BGN memastikan proses investigasi masih berlangsung, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab insiden.

BGN memastikan penanganan insiden ini dilakukan secara serius dan tuntas dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat. Kejadian tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami," tutur Ketut.

Topik Menarik