Denny Indrayana Soroti Bawaslu Tak Bisa Akses Dokumen Pencalonan Gibran
Zeidon Alkinani, direktur pendiri Arab Perspectives Institute, mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin “menemukan solusi atas perang” denganIran—perang yang sebelumnya dimulai oleh Washington bersama Israel dengan bekal “waktu, pengetahuan, dan keahlian yang terbatas”.
“Masalahnya adalah AS tidak ingin keluar dari perang tanpa adanya kemenangan simbolis yang bisa mereka jual kepada publik dalam negeri, sekaligus kepada media internasional, mengingat posisi mereka yang memosisikan diri sebagai pemimpin ‘dunia bebas’,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Di tengah berlangsungnya Sidang Majelis Umum PBB (UNGA), Alkinani juga menyoroti alasan AS menolak memberikan visa kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk hadir; ia menyebut bahwa saat ini Washington tidak sedang “sejalan” dengan Otoritas Palestina.
“Menurut saya, ada tindakan AS yang jelas-jelas memanfaatkan isu visa terkait PBB—khususnya pada penyelenggaraan kali ini—mirip dengan apa yang kita saksikan saat Piala Dunia.”Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk “memusnahkan” Iran, sebuah negara dengan populasi 90 juta jiwa.
Pada bulan April lalu, ia mengeluarkan pernyataan bernada kiamat serupa melalui media sosial: “Sebuah peradaban utuh akan musnah malam ini, dan takkan pernah bisa dibangkitkan kembali.”
Menanggapi hal itu, Agnes Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesty International, menyatakan bahwa peringatan Trump mengenai pemusnahan seluruh populasi “bisa jadi merupakan ancaman untuk melakukan genosida”—sebuah tindak kejahatan menurut hukum internasional.
Zeidon Alkinani dari Arab Perspectives Institute mengatakan kepada Al Jazeera bahwa presiden AS tersebut “kerap melontarkan pernyataan yang saling bertentangan sejak perang dimulai”.
“Dia adalah sosok yang gemar membuat kesepakatan... namun ia juga memastikan bahwa jika kesepakatan tidak dibuat sesuai syarat-syaratnya, ia akan mengancam dengan perang yang menghancurkan”—meskipun hal itu melanggar hukum humaniter internasional.










