Danantara Berencana Beli Saham BEI, OJK: Di Bawah 5 Tak Perlu Persetujuan

Danantara Berencana Beli Saham BEI, OJK: Di Bawah 5 Tak Perlu Persetujuan

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 18:41
share

Hongqi datang membawa aura negara. Mobil para pemimpin Tiongkok sejak 1958. Tapi di Jakarta, aura itu belum tentu laku.

Hongqi resmi masuk 12 Agustus 2026 lewat Indomobil Group. Modelnya baru satu: E-HS9. SUV listrik bongsor, panjang 5.209 mm, enam kursi. Harganya "di bawah Rp 2 M," kata Andrew Nasuri, Director Indomobil Group.

Di Thailand, E-HS9 dijual sejak Juni 2026 seharga 2,99 juta baht. Sekitar Rp1,61 miliar. Hanya satu varian.

Kini Hongqi House Mampang dibuka. Ada upacara teh, Guzheng, kaligrafi. Andrew ingin tempat itu terasa seperti "a second home".Polanya sebenarnya tidak baru. Hongqi ingin menempuh jalan Lexus.

Lexus adalah sayap mewah Toyota. Hongqi sayap mewah FAW. Lexus menjamu tamu dengan keramahan Jepang di lounge Menara Astra, lengkap dengan chef dari Jepang. Hongqi membalas dengan teh dan kaligrafi.Lexus juga dulu merek baru. Lahir 1989, tanpa sejarah. Tapi masuk Indonesia pertengahan 2007, Lexus butuh hampir dua dekade untuk jadi nomor dua. Itu pun digendong jaringan Toyota Astra.

Rumahnya sudah ada. Tamunya yang belum tentu.

Di kampung halamannya, ternyata Hongqi sedang tidak baik-baik saja.

Delapan tahun tumbuh terus. Tahun 2016 hanya 4.800 unit. Tahun 2021 tembus 300 ribu. Tahun 2025: 460.063 unit, naik 11,7 persen. Target 2026 dipasang 550 ribu.

Lalu rem mendadak. Semester I 2026 hanya 137.800 unit. Anjlok 38,8 persen. Pasar mobil penumpang China turun 20,2 persen. Hongqi jatuh hampir dua kalinya. Bahkan di bawah semester I 2021: 145 ribu unit.Yang lama runtuh, yang baru belum berdiri.

Sebanyak 67,6 persen penjualan 2025 masih mobil bensin, bertumpu pada H5 dan HS5. Begitu pasar pindah ke listrik, keduanya ikut tenggelam.

Mobil listriknya tak menolong. E-QM5 laris hanya di taksi online: 79 ribu unit pada 2024, tinggal 450 unit pada Juli 2026. Seri Tiangong lebih sepi. Tiga model, enam bulan, sekitar 2.500 unit.

Yang paling berbahaya: banting harga. H5 dilepas diler sampai 110 ribu yuan (Rp280,9 juta). Rata-rata harga jual Hongqi sekitar 150 ribu yuan (Rp383 juta).

Mobil negara jadi mobil sejuta umat. Yang kaya merasa turun gengsi. Yang biasa merasa kurang canggih.Apakah terjadi di Indonesia? Bisa lebih berat.

Di China, Hongqi punya sejarah. Di sini tidak. Pasarnya pun sempit. Sepanjang 2025, BMW terjual 2.450 unit secara ritel. Lexus 1.523 unit. Mercedes-Benz 1.277 unit. Dari total pasar 833.692 unit. Audi? Hanya 4 unit pada Agustus 2026.

Logo Eropa pun tak menjamin. Lalu Jaguar. Merek Inggris, sejarah panjang. Tahun fiskal 2018/2019 mengirim 153.755 unit ke diler dunia. Tahun fiskal 2024/2025 tinggal 26.862 unit.

Anjlok 82,5 persen. Sebagian karena Jaguar sengaja menyetop produksi demi beralih ke listrik. Tapi pelajarannya sama: warisan tidak menjamin pembeli.

Hongqi masih punya kartu. Indomobil punya pabrik dan jaringan. E-HS9 lebih murah dari SUV listrik Jerman.

Tapi jalan Lexus bukan jalan pintas. Hongqi perlu waktu untuk bisa dipahami konsumen Indonesia. Jangan sampai nantinya cuma jadi pajangan mewah yang sepi pembeli.

Mewah bisa dibeli. Kepercayaan harus dibangun. Dan itu butuh puluhan tahun.

Topik Menarik