Novel Bamukmin: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf terkait Materi Mens Rea
JAKARTA, iNews.id - Komika Pandji Pragiwaksono disebut telah meminta maaf terkait materi stand up comedy Mens Rea. Hal itu diungkapkan Novel Bamukmin, salah satu pelapor kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Pandji.
Menurutnya, dalam mediasi di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026), Pandji sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada para pelapor.
"Kalau secara tertutup tadi Pandji sudah menyampaikan permohonan maaf pada seluruh pelapor, Pandji menyampaikan permohonan maaf berkali-kali dan dia menyesali apa yang dilakukan serta tidak akan mengulangi perbuatannya," ujar Novel kepada wartawan.
Menurutnya, ada sejumlah poin yang ditangkapnya dalam proses mediasi tersebut. Di antaranya, pihak Pandji menyampaikan siap menerima keputusan tentang kasus tersebut, baik itu restorative justive atau pencabutan laporan.
"Haris Azhar selaku pengacara Pandji Pragiwaksono menyampaikan siap terima keputusan bagaimanapun. Mau lanjut oke, mau sampai selesai oke. Artinya pencabutan laporan sampai juga RJ," katanya.
7 Pemain Langganan Timnas Indonesia yang Tak Dipanggil John Herdman, Nomor 1 Kena Sanksi FIFA!
Dia menerangkan, dari sejumlah pelapor, ada yang tetap ingin proses hukumnya berlanjut, ada yang telah menerimanya, dan ada pula yang menunggu tindakan Pandji berikutnya.
"Kita sudah menerima (memaafkan Pandji), cuman masalah proses hukum bisa saja lanjut. Saya bilang kita nggak sepakat dahulu, selesaikan dahulu apa yang kita syaratkan, menyampaikan (maaf) secara terbuka karena penyampaian bukti-bukti atau dugaan penistaan agama itu terbuka," katanya.
Sebelumnya, Pandji menyatakan siap berdialog dengan para pelapor kasus dugaan penistaan agama yang mempermasalahkan materi stand up comedy Mens Rea. Menurutnya, ada kesalahpahaman atas makna yang disampaikan dalam Mens Rea.
"Saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok," ujar Pandji usai diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).
Dia sendiri merasa tidak pernah melakukan penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan. Dia dan para komika lainnya hanya berniat menghibur masyarakat.
"Tentu ada saja kemungkinan kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi nggak ada alasan khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya niatnya menghibur masyarakat Indonesia, sesuatu yang saya rasa sangat dibutuhkan sekarang ini," katanya.









