Gaet Investor Muda, BNI Sekuritas Dorong Literasi Pasar Modal di WondrX 2026
PT BNI Sekuritas memperkuat edukasi dan literasi pasar modal melalui partisipasinya dalam BNI WondrX 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada 21-23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sekaligus momentum untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap investasi.
"Melalui booth dan financial talkshow BNI Sekuritas, pengunjung dapat mengenal lebih dekat aplikasi investasi BIONS by BNI Sekuritas, memperoleh berbagai promo eksklusif selama penyelenggaraan WondrX 2026, serta mengikuti edukasi pasar modal yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan finansial masing-masing," ujar Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas Rohma Fitri Murniawati melalui keterangan pers, Senin (24/8/2026).
Baca Juga:Langkah BNI Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR di Jember Wujud Komitmen Tata Kelola
Tempo Scan Group (TSPC) Gandeng Raksasa Farmasi China, Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical
Menurut Fitri, keikutsertaan BNI Sekuritas dalam BNI WondrX 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan BNI Group melalui aktivitas yang mendorong pertumbuhan transaksi, memperluas akses layanan keuangan, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BNI Sekuritas juga menggelar financial talkshow bersama investor, entrepreneur, creator, dan penulis Theo Derick di Main Stage BNI WondrX pada Sabtu (22/8). Diskusi bertajuk "From Zero to Portfolio: Membangun Kebiasaan Investasi di Tengah Ekonomi yang Menantang" membahas langkah yang perlu diperhatikan investor pemula sebelum menentukan instrumen investasi.Theo mengatakan investor sebaiknya menentukan tujuan investasi terlebih dahulu sebelum memilih instrumen. Tujuan tersebut akan menentukan jangka waktu investasi sekaligus tingkat risiko yang realistis untuk ditanggung."Misalnya untuk dana darurat, biaya nikah, atau pensiun, jangka waktunya beda-beda. Dari situ, baru akan kelihatan seberapa besar risiko yang realistis untuk diambil. Kalau urutannya dibalik, langsung loncat ke instrumen, banyak orang akhirnya ikut-ikutan tren padahal tidak cocok sama kondisi keuangannya sendiri," kata Theo.
Baca Juga:Fundamental Kuat, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026
Edukasi tersebut dinilai semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal mencapai 30,30 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026, meningkat 9,9 juta investor secara year to date dibandingkan posisi akhir 2025.
Fitri menegaskan BNI Sekuritas akan terus mendampingi masyarakat dalam membangun kebiasaan investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko. "Kami ingin selalu hadir sebagai mitra investasi yang kredibel, mudah diakses, dan relevan bagi generasi muda, sehingga semakin banyak masyarakat yang percaya diri untuk memulai dan mengembangkan portofolio investasinya bersama kami," ujarnya.









