Menanti Sanksi Baru AS ke Iran, Harga Minyak Langsung Jeblok 1

Menanti Sanksi Baru AS ke Iran, Harga Minyak Langsung Jeblok 1

Ekonomi | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 09:22
share

Harga minyak dunia terkoreksi sekitar 1 pada perdagangan Senin (24/8) di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar. Penurunan ini terjadi saat para investor bersiap menanti pengumuman resmi pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penerapan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Iran.

"Pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengumumkan langkah yang menjadi sanksi paling keras terhadap Iran," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Hari Beruntun

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 23.08 GMT, minyak mentah berjangka jenis Brent melemah 94 sen atau 1 menjadi USD 93,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 92 sen atau 1,06 ke level USD 86,14 per barel.

Pelemahan harga komoditas energi ini mendahului konferensi pers yang dijadwalkan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin sore waktu setempat. Konferensi pers tersebut digelar untuk merinci lebih lanjut bentuk serta cakupan pembatasan ekonomi baru yang akan ditujukan kepada sektor energi Iran.

Para pelaku pasar dan pelaku industri kini mencermati dengan ketat sejauh mana sanksi baru tersebut akan berdampak pada kelancaran arus ekspor minyak Iran. Ketidakpastian ini berpotensi memengaruhi kondisi pasokan global, terutama di tengah sensitivitas jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Selain faktor ketidakpastian sanksi, pergerakan zona merah pada harga minyak dipicu oleh aksi lepas balik modal para pedagang komoditas. Langkah ambil untung ini diambil guna merespons kenaikan harga minyak yang sempat melonjak pada sesi-sesi perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:Tiru Strategi China, Kanada Akan Balas Perang Tarif AS dengan Nilai Setara

Pengumuman rincian sanksi tambahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 EDT atau 18.00 GMT. Hasil akhir dari pernyataan resmi Washington diproyeksikan menjadi penentu arah pergerakan pasar minyak mentah global dalam beberapa waktu ke depan.

Topik Menarik