Menlu Lavrov: Rusia Tak Akan Menyerang NATO Kecuali Diserang Duluan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan militer Moskow tidak akan menyerang negara-negara anggota Uni Eropa atau pun NATO kecuali diserang terlebih dahulu.
Para pejabat Barat telah membenarkan peningkatan pengeluaran militer dengan alasan perlunya mempertahankan sayap timur NATO. Komandan militer tertinggi Jerman, Jenderal Carsten Breuer, mengatakan pada Desember 2025 bahwa negaranya harus siap untuk potensi perang dengan Rusia pada tahun 2029.
Baca Juga: Negara NATO Ini Tiba-tiba Nyatakan Ukraina sebagai Musuh, Ini Penyebabnya
Moskow selama ini menuduh Barat melakukan provokasi perang.
“Kami tidak berniat menyerang Eropa. Tidak ada alasan untuk melakukannya,” kata Lavrov kepada NTV dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada hari Minggu.“Jika Eropa bertindak sesuai ancamannya untuk mempersiapkan perang melawan kami dan memulai serangan terhadap Federasi Rusia, mereka akan menghadapi respons militer penuh dari pihak kami, dengan semua kemampuan militer yang tersedia,” lanjut dia, yang dilansir Russia Today, Senin (9/2/2026).
Pada konferensi pers akhir tahun di bulan Desember, Presiden Vladimir Putin mengatakan klaim bahwa Rusia berencana menyerang NATO adalah "omong kosong."Namun, para pejabat Rusia mengatakan bahwa bantuan militer Barat ke Ukraina, termasuk pengiriman senjata jarak jauh dan canggih, meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Moskow juga menuduh Uni Eropa berupaya menggagalkan pembicaraan perdamaian dengan Ukraina yang dimediasi AS dan justru memperpanjang pertempuran.
Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina
Sementara itu, perang Rusia-Ukraina terus berlanjut pada hari Minggu. Ibu Kota Ukraina, Kyiv, telah dihujani rudal-rudal balistik selama sekitar setengah jam."Ledakan di ibu kota. Kyiv diserang rudal balistik," tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di Telegram.Klitschko mengatakan pasukan pertahanan udara Kyiv sedang bertugas dan mendesak warga Ukraina di ibu kota untuk tetap berada di tempat perlindungan.
Angkatan udara Ukraina juga melaporkan bahwa target berkecepatan tinggi terlihat di wilayah Chernihiv timur laut Ukraina dan menuju ke Kyiv.
Sebelumnya, infrastruktur energi di ibu kota Ukraina mendapat serangan hebat dari Rusia pada Jumat malam, menyebabkan pemerintah menerapkan pemadaman listrik darurat.










