Terungkap! Pasukan Israel Diberi Target Hancurkan Rumah Warga Lebanon dalam Sehari
TEL AVIV, iNews.id – Fakta mengejutkan terungkap dari operasi militer Israel Defense Forces (IDF) di Lebanon Selatan. Seorang perwira mengungkap bahwa pasukan Israel tidak sekadar menyerang, tetapi juga diberi target untuk menghancurkan sebanyak mungkin rumah warga dalam sehari sebagai tolok ukur keberhasilan operasi.
Pengakuan tersebut muncul dalam laporan surat kabar Haaretz, yang menyebutkan bahwa militer Israel bahkan memiliki daftar khusus bangunan yang harus diratakan.
“Kami mengukur keberhasilan berdasarkan jumlah bangunan yang dihancurkan dalam sehari,” ujar sumber militer tersebut, menggambarkan sistematisnya penghancuran yang dilakukan, dikutip Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, sumber itu menegaskan pola operasi di Lebanon Selatan meniru apa yang sebelumnya dilakukan di Jalur Gaza.
“Kami bertindak persis seperti yang kami lakukan di Gaza,” kata pejabat IDF tersebut, mengindikasikan pendekatan militer yang sama dalam dua wilayah konflik berbeda.
Serangan darat Israel ke Lebanon Selatan sendiri dimulai sejak 2 Maret dalam eskalasi konflik terbaru melawan Hezbollah. Pasukan Israel menyeberangi perbatasan dan mulai menghancurkan desa-desa di wilayah tersebut secara masif.
Tak hanya serangan udara dan darat, penghancuran juga dilakukan menggunakan buldoser untuk meratakan kawasan permukiman, khususnya desa-desa yang berada dekat pagar perbatasan. Langkah ini disebut bertujuan untuk membuka lahan bagi pembangunan pos militer baru.
Seorang tentara bahkan menyebut bangunan yang dijadikan pos militer tersebut akan bersifat permanen, menandakan potensi kehadiran jangka panjang Israel di wilayah itu.
Dalam laporan yang sama, disebutkan pula pasukan Israel telah maju hingga garis desa ketiga dari perbatasan, atau sekitar 20 km dari Sungai Litani. Pergerakan ini menunjukkan intensitas operasi yang semakin dalam ke wilayah Lebanon Selatan.










