Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani
ABUJA, iNews.id - Sedikitnya 17 petani tewas dan 13 lainnya terluka setelah diserang kelompok bersenjata saat bekerja di ladang di Negara Bagian Zamfara, Nigeria, Jumat (12/6/2026). Serangan terjadi di Kota Goron Namaye, wilayah pemerintahan daerah Maradun.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Seorang warga Maradun, Shehu Musa, mengatakan para petani tengah beraktivitas seperti biasa ketika sekelompok pria bersenjata tiba-tiba menyerang.
"Para petani sedang bekerja di lahan mereka ketika para bandit tiba-tiba menyerang dan membunuh 17 dari mereka," kata Musa kepada AP, Sabtu (13/6/2026).
Dia menambahkan, sedikitnya 13 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketua Pemerintah Daerah Maradun, Sanusi Dosara, menyebut serangan itu berkaitan dengan penolakan pemerintah Negara Bagian Zamfara untuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Dosara mendesak aparat keamanan untuk membubarkan kelompok bersenjata yang bersembunyi di kawasan hutan Bayan-Ruwa, Maradun.
Sehari sebelum serangan terhadap para petani, kelompok bersenjata juga dilaporkan menculik 39 warga di komunitas Magamin Diddi, yang masih berada di wilayah Maradun.
Penculikan itu terjadi saat warga tengah bertemu dengan orang tua seorang pemimpin kelompok bersenjata dalam upaya mencari jalan damai dan membahas maraknya kasus penculikan di daerah tersebut.
Kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata masih menjadi tantangan serius bagi Nigeria. Selain menghadapi pemberontakan di wilayah timur laut, negara itu juga terus dibayangi aksi penculikan untuk tebusan dan serangan terhadap warga sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat konflik dan aksi kekerasan bersenjata yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menewaskan ribuan orang serta memaksa jutaan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Meski Presiden Nigeria, Bola Tinubu berulang kali berjanji memperbaiki situasi keamanan, serangan kelompok bersenjata masih terus terjadi di sejumlah wilayah negara tersebut.










