Intelijen AS Kaget, Drone Iran Bentuk Formasi Ubur-Ubur Tembak Jatuh Jet Tempur F-15
WASHINGTON, iNews.id - Komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) dibuat terkejut oleh kesaksian seorang pilot jet tempur F-15E yang selamat setelah pesawatnya ditembak jatuh Iran pada April lalu. Sang pilot mengaku melihat drone-drone Iran bergerak dalam formasi aneh menyerupai ubur-ubur sesaat sebelum insiden yang menyebabkan jet tempurnya jatuh.
Empat sumber pejabat intelijen AS mengatakan kepada CNN, pilot tersebut menggambarkan drone-drone milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bergerak serempak di udara dalam pola yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kesaksian itu memicu perdebatan sengit di kalangan intelijen AS mengenai kemungkinan adanya kemampuan tempur baru yang dikembangkan Iran.
Jika laporan sang pilot benar, kemampuan drone Iran tersebut dinilai sebagai kemajuan militer yang sangat mengkhawatirkan. Laporan awal penyelidikan bahkan menunjukkan formasi drone itu kemungkinan menjadi penyebab jatuhnya jet tempur F-15E milik AS.
Hasil Liga Italia 2025-2026: Como 1907 Lolos Liga Champions 2026-2027, Juventus dan AC Milan Merana!
“Beberapa drone saling terhubung dan bergerak serempak, drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki. Benar-benar seperti makhluk asing,” kata seorang sumber pejabat intelijen yang mendengar langsung kesaksian pilot tersebut, dikutip Kamis (25/6/2026).
Sumber lain menggambarkan apa yang dilihat pilot sebagai semacam "ladang ranjau drone" di udara yang mampu membingungkan dan menjebak pesawat musuh.
Pilot F-15E tersebut berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar sebelum pesawatnya jatuh di wilayah Iran. Dia dan rekannya kemudian dievakuasi dalam operasi penyelamatan terpisah oleh pasukan khusus AS.
Setiap jet tempur F-15E diawaki dua personel, yakni pilot dan operator sistem senjata. Menurut Presiden Donald Trump, operasi penyelamatan keduanya menjadi salah satu misi evakuasi terbesar yang pernah dilakukan AS di wilayah musuh.
Pilot ditemukan beberapa jam setelah pesawat jatuh. Sementara itu, operator sistem senjata harus bertahan hidup dengan bersembunyi di pegunungan selama lebih dari sehari untuk menghindari penangkapan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Tidak lama setelah itu, Iran juga berhasil menembak jatuh pesawat serang A-10 milik AS di atas laut. Namun proses penyelamatan pilot A-10 berlangsung lebih mudah karena dia berhasil melontarkan diri dan mendarat di luar wilayah Iran.
Meski demikian, sejumlah pejabat intelijen AS masih meragukan kesaksian pilot F-15E tersebut. Sebagian berpendapat bahwa penglihatannya bisa saja dipengaruhi gegar otak akibat insiden yang dialaminya.
Keraguan itu juga muncul karena ini merupakan kali kedua pilot yang sama mengalami insiden pesawat ditembak jatuh selama perang Iran. Sebelumnya, pesawat yang dia terbangkan menjadi korban salah tembak sistem pertahanan udara Kuwait setelah keliru diidentifikasi sebagai pesawat musuh.
Namun hingga kini, penjelasan mengenai drone-drone Iran yang bergerak dalam formasi menyerupai ubur-ubur masih menjadi salah satu misteri terbesar yang sedang diteliti komunitas intelijen AS.










