Gunung Bromo Kembali Terbakar, Api Merambat Dekati Homestay dan Jembatan Kaca
PROBOLINGGO, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo. Kobaran api muncul di lereng timur Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Informasi diperoleh, api merambat naik hingga mendekati area Homestay Tengger Indah. Kebakaran ini membuat kepulan asap tebal menyelimuti kawasan Cemoro Lawang.
Dari lokasi kejadian, asap terlihat membubung di sekitar jalur Jembatan Kaca Bromo dan permukiman wisata.
Tak hanya kobaran api, kondisi di lapangan juga semakin sulit karena terjadi longsor di sekitar titik kebakaran. Medan lereng yang curam membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau sumber api.
Hoyrudin Anang (47), karyawan Jembatan Kaca Bromo, mengatakan api pertama kali terlihat pada Rabu (26/8/2026) pukul 21.00 WIB.
“Api sudah terlihat menyala sekitar jam 9 malam,” kata Anang dikutip dari iNews Malang, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, awalnya api masih berada di bagian bawah lereng. Namun, kobaran kemudian bergerak naik menuju kawasan Homestay Tengger Indah. Api juga dilaporkan bergerak ke dua arah, yakni ke barat menuju area Jembatan Kaca Bromo dan ke timur menyusuri tebing menuju kawasan Apsara Bromo Cafe and Villa.
Kondisi longsor di sekitar lokasi kebakaran menjadi tantangan tambahan bagi petugas. Lereng yang curam dan medan yang sulit membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief membenarkan adanya titik api baru di kawasan tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan.
“Petugas sudah kami terjunkan ke lokasi sejak pagi tadi. Ini saya sedang persiapan menyusul personel yang sudah berangkat duluan ke lapangan,” ujarnya.
Petugas BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dan relawan kini masih berupaya melokalisasi api agar tidak meluas ke bangunan maupun kawasan wisata yang berada di sekitar lokasi.
Kebakaran di Cemoro Lawang terjadi tidak lama setelah operasi penanganan karhutla kawasan TNBTS sebelumnya dinyatakan selesai. Dalam operasi sebelumnya, tim gabungan menangani kebakaran yang berdampak pada kawasan seluas lebih dari 1.000 hektare. Sebanyak 1.121,66 hektare lahan berhasil diselamatkan dan dipadamkan.









