Oknum Guru ASN di Situbondo Ditahan usai Ditetapkan Tersangka Pencabulan Siswi

Oknum Guru ASN di Situbondo Ditahan usai Ditetapkan Tersangka Pencabulan Siswi

Nasional | inews | Senin, 28 September 2026 - 16:44
share

JAKARTA, iNews.id - Geely Holding Group dan Nio menjalin kemitraan strategis untuk mengintegrasikan jaringan pertukaran baterai (swap) dan pengisian daya. Kerja sama ini membuka jalan bagi Geely meluncurkan kendaraan listrik yang kompatibel dengan jaringan pertukaran baterai Nio.

Dilansir dari Car News China, Kesepakatan yang diumumkan pada 28 September 2026 tersebut mencakup kepemilikan saham silang, pengembangan teknologi, serta integrasi infrastruktur energi kedua perusahaan.

Dalam kesepakatan itu, Geely Holding Group akan mengakuisisi 30 persen saham Nio Power. Investasi tersebut terdiri atas 100 persen ekuitas Yiyi Power, perusahaan pertukaran baterai milik Geely, serta suntikan dana tunai sebesar 640 juta yuan atau sekitar 94,1 juta dolar AS.

Operasi pertukaran baterai Yiyi Power untuk kendaraan komersial nantinya akan dikonsolidasikan ke dalam Nio Power.

Di sisi lain, Nio akan mengakuisisi 10 persen saham Haohan Energy, anak perusahaan Geely yang bergerak di bidang pengisian daya. Setelah transaksi tersebut, sumber daya pengisian daya milik kedua perusahaan akan saling terhubung.

Kerja sama Geely dan Nio juga menyasar pengembangan standar pertukaran baterai yang dapat digunakan lintas merek. Kedua perusahaan akan berkolaborasi dalam teknologi dan standar pertukaran baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kendaraan penumpang.

Geely kemudian akan mengembangkan model kendaraan listrik baru yang kompatibel dengan standar pertukaran baterai bersama tersebut. Sementara Nio Power akan menyediakan infrastruktur serta layanan pendukung.

Langkah ini sekaligus mendorong teknologi battery swap yang selama ini identik dengan ekosistem satu merek agar dapat berkembang menuju standar yang lebih luas di industri kendaraan listrik.

Target 10.000 Stasiun Tukar Baterai

Nio Energy menargetkan pembangunan total kumulatif 10.000 stasiun pertukaran baterai pada 2030. Jaringan tersebut diperkirakan membutuhkan konsumsi listrik tahunan lebih dari 10 miliar kWh.

Sementara itu, Geely memiliki rencana besar untuk memperluas jaringan pengisian daya. Perusahaan menargetkan lebih dari 22.000 stasiun pengisian dan 100.000 tiang pengisian beroperasi hingga akhir 2027.

Jaringan tersebut ditargetkan mencakup seluruh wilayah kota setingkat kabupaten di China. Kerja sama ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai rencana kolaborasi Geely dan Nio dalam teknologi pertukaran baterai yang telah beredar sebelumnya.

Geely sendiri sudah memiliki pengalaman dalam bisnis tersebut. Melalui Yiyi Power, perusahaan mengoperasikan sekitar 470 stasiun pertukaran baterai di China yang sebagian besar melayani taksi dan kendaraan layanan transportasi daring.

Kemitraan terbaru ini, Geely dapat mengembangkan kendaraan listrik yang memanfaatkan jaringan battery swap Nio. Di sisi lain, Nio memperoleh tambahan jaringan, aset dan sumber daya untuk memperluas ekosistem energi kendaraan listriknya.

Topik Menarik