Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga
TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan peringatan keras di tengah negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Teheran menegaskan, jika Iran tidak dapat menjual minyak, negara-negara lain di kawasan juga tidak akan bisa menjual minyak mereka.
Peringatan tersebut disampaikan kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga menjabat ketua parlemen Iran.
Dia mengatakan Iran tidak akan menjamin keamanan infrastruktur negara-negara lain jika keamanan negaranya sendiri tidak mendapatkan jaminan.
"Di kawasan, di mana kita tidak bisa menjual minyak, tidak ada orang lain yang bisa menjual minyak; atau jika keamanan kita tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang tetap aman," kata Ghalibaf, seperti disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran, dikutip Selasa (29/9/2026).
Pernyataan itu muncul ketika negosiasi AS-Iran masih berlangsung di New York. Isu keamanan Iran dan akses terhadap penjualan minyak menjadi salah satu persoalan yang ikut membayangi pembahasan mengenai Selat Hormuz.
Ghalibaf menegaskan posisi Iran dengan mengaitkan keamanan negaranya dengan keamanan infrastruktur strategis di kawasan Timur Tengah.
Ancaman tersebut sekaligus menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan energi. Jalur perairan strategis itu menjadi salah satu titik utama lalu lintas minyak dan energi dunia.










