Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

Nasional | okezone | Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:50
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah harus memberikan contoh kesederhanaan kepada masyarakat, terutama karena masih banyak warga yang terdampak bencana di berbagai daerah.

“Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo dalam arahannya kepada para menteri dan pejabat kabinet.

Ia menegaskan sikap sederhana tersebut penting untuk menunjukkan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Karena itu, para pejabat diminta menyesuaikan penyelenggaraan kegiatan Lebaran agar tetap wajar dan tidak berlebihan. 

“Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” kata dia.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan berarti seluruh kegiatan open house harus dihentikan. Ia menilai kegiatan sosial seperti itu tetap dapat dilakukan karena juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung perkembangan situasi global, khususnya di kawasan Eropa dan Timur Tengah, yang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.
Ia mengatakan konflik dan ketegangan geopolitik dapat berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dunia, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga pangan.

“Kita hadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menyebut pemerintah telah mengambil langkah untuk mengamankan ketersediaan pangan nasional. Untuk sektor energi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai rencana yang akan dipercepat pelaksanaannya.

Presiden juga menekankan pentingnya langkah proaktif pemerintah untuk menghemat konsumsi BBM, meskipun kondisi Indonesia saat ini relatif stabil. 

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tapi kita harus tetap mengurangi konsumsi BBM kita,” pungkasnya.

Topik Menarik