Pemerintah Siapkan Konektivitas RI-PNG, Perkuat Keamanan Perbatasan di Papua!
PAPUA – Pemerintah akan memperkuat keamanan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Salah satunya dengan membuat Butmambin Border Post menjadi counterpart Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
“Pengembangan konektivitas lintas batas perlu diarahkan tidak hanya untuk memperlancar pergerakan orang dan barang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan perbatasan,” ujar Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin, saat meninjau kesiapan konektivitas lintas batas RI-PNG, Rabu (24/9/2026).
Dikatakannya, pembangunan konektivitas Merauke–Yetetkun–Butmambin harus mampu melibatkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
“Pembangunan diarahkan untuk mendorong masuknya investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu, konektivitas perbatasan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan, bukan semata-mata pembangunan akses jalan dan fasilitas lintas batas,” ujarnya.
Nurdin menegaskan bahwa aspek keamanan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan konektivitas tersebut. Proses lintas batas antara Indonesia dan PNG, perlu dipastikan berlangsung secara aman, tertib, dan damai, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat kedua negara serta kesiapan pelayanan di kawasan perbatasan.
Pengembangan koridor Yetetkun–Butmambin juga berkaitan dengan kebutuhan Pemerintah PNG untuk menyiapkan alternatif distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju kawasan pertambangan Ok Tedi Mining Limited (OTML).
“Kebutuhan jalur alternatif tersebut muncul setelah rute logistik OTML melalui Sungai Fly–Kiunga–Tabubil menghadapi kendala akibat penurunan debit sungai yang dipengaruhi fenomena El Nino,” ujarnya.
Kondisi tersebut kata dia, berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi logistik menuju kawasan pertambangan.
Dalam peninjauan lapangan, Nurdin juga melihat kondisi sungai di kawasan Alice Pit, Papua Nugini, yang terdampak fenomena El Nino. Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi jalur transportasi serta tantangan distribusi logistik menuju kawasan pertambangan OTML.
Selain mendukung konektivitas lintas batas, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat.
Pemerintah juga berencana menyediakan angkutan umum yang menghubungkan Tanah Merah dengan kawasan perbatasan. Menurut Nurdin, penyediaan transportasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan akses terhadap pelayanan di kawasan perbatasan.
“Ke depan, Pemerintah berencana menyediakan angkutan umum dari Tanah Merah menuju kawasan perbatasan,” kata Nurdin.
Pengembangan konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya BNPP RI memastikan pengelolaan kawasan perbatasan tidak hanya berorientasi pada aspek infrastruktur.
“Tetapi juga memperhatikan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, keamanan, pelayanan publik, serta hubungan lintas batas kedua negara,”pungkasnya.










