Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ

Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ

Nasional | sindonews | Jum'at, 10 April 2026 - 20:55
share

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang dia sebut sebagai inflasi pengamat alias meningkatnya jumlah pengamat di berbagai bidang yang dinilai tidak selalu memiliki latar belakang atau data yang relevan. Menurut Seskab Teddy, saat ini banyak pihak yang tampil sebagai pengamat, mulai dari bidang pangan hingga militer dan hubungan internasional.

Namun, ia menilai sebagian dari mereka menyampaikan data yang tidak sesuai dengan fakta. “Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru. Oke, dan teman-teman … coba Anda perhatikan,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Seskab Teddy menilai, sebagian pengamat tersebut bahkan telah lama berupaya mempengaruhi opini publik, termasuk sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat. “Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah mempengaruhi warga,” lanjutnya.

Baca juga: Seskab Teddy Tepis Isu Indonesia Akan Chaos: Narasi yang Keliru

Meski demikian, Seskab Teddy mengklaim tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo tetap tinggi. “Tapi faktanya apa? Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” katanya.

Seskab Teddy menegaskan bahwa perbedaan pendapat tetap diperbolehkan dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jadi, saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silahkan beri kritik. Tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan. Membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali. Dan mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” tandasnya.

Topik Menarik