Penasihat Ahli Kapolri: Prinsip Betah dalam Penerimaan Akpol untuk Cegah Percaloan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan penerimaan calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dilakukan mengusung prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (Betah). Kapolri memastikan semua tahapan menggunakan jalur reguler, tidak pakai biaya dan dipastikan tidak ada kuota khusus atau titipan.
Penasihat Ahli Kapolri Edi Hasibuan mendukung komitmen Polri yang menerapkan prinsip Betah dalam penerimaan Akpol dan Bintara. "Kita dukung komitmen Kapolri dalam penerimaan calon Akpol dan Bintara yang bakal mengusung prinsip Betah,” katanya ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/04/2026).
Direktur Eksekutif Lemkapi ini juga mengajak seluruh Polda agar betul-betul menjaga dan mengawasi pelaksanaan penerimaan calon anggota Polri berjalan baik dan ikut mencegah adanya percaloan dan penyimpangan di wilayah masing masing. “Kapolri tidak akan ragu menindak bila menemukan ada oknum yang menyimpang dalam penerimaan anggota Polri,” katanya.
Baca juga: Penerimaan Taruna Akpol 2026 Resmi Dibuka, Ini Tata Cara Pendaftarannya
DPR Bakal Godok Undang-Undang Satu Data
Anggota anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini juga mengajak masyarakat agar ikut mengawasi pelaksanaannya agar berlangsung secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Edi meminta masyarakat jangan mudah percaya terhadap calo yang mengaku bisa membantu masuk anggota Polri. ”Jangan percaya calo, lebih baik persiapkan keluarga mengikuti pelatihan agar lolos seleksi,” ucapnya.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan Polri agar seleksi penerimaan Akpol dan bintara Polri semakin baik dan mendapat kepercayaan masyarakat.










