Innalillahi, dr Gia Berdukacita dr Myta Aprilia Meninggal Dunia: Lelahmu Valid

Innalillahi, dr Gia Berdukacita dr Myta Aprilia Meninggal Dunia: Lelahmu Valid

Terkini | inews | Senin, 4 Mei 2026 - 09:19
share

JAKARTA, iNews.id - Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi, dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, menyisakan duka mendalam dan menjadi sorotan publik. Dokter umum sekaligus influencer kesehatan dr Gia Pratama turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian sejawatnya tersebut.

Dokter Myta diketahui meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang pada Jumat (1/5/2026). Kepergiannya viral setelah muncul dugaan almarhumah tetap bekerja meski dalam kondisi sakit dan kelelahan.

Bahkan, dr Myta disebut sudah mengeluhkan sakit sejak Maret 2026. Kondisinya sempat kritis, namun tetap harus menjalani tugas jaga malam meski mengalami sesak napas berat dan demam tinggi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Gia Pratama menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus doa untuk almarhumah.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya sejawat kita, dr Myta Aprilia Azmi. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis dr. Gia, dikutip Senin (4/5/2026).

Tak hanya berduka, dr?Gia juga menyoroti beratnya beban kerja yang dihadapi para dokter internship. Menurutnya, dokter muda yang sedang menjalani masa pengabdian tetap memiliki batas fisik dan mental yang harus dihormati.

“Untuk teman-teman dokter internship, lelahmu valid. Sakitmu harus didengar. Keselamatanmu harus dijaga,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dokter internship bukan tenaga kerja murah atau mesin jaga yang bisa dipaksa terus bekerja tanpa memperhatikan kondisi kesehatan mereka.

“Teman-teman bukan tenaga kerja murah dan bukan mesin jaga. Dokter muda yang sedang belajar mengabdi tapi sekaligus manusia yang punya batas,” katanya.

Menurut dr Gia, para dokter internship berhak mendapatkan jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, lingkungan kerja yang aman, hingga penanganan medis yang cepat saat sedang sakit.

“Jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, lingkungan kerja yang aman, dan penanganan medis saat sakit, semua itu hak dasar,” tegasnya.

Ia pun berharap kasus meninggalnya dr Myta tidak hanya menjadi perhatian sesaat di media sosial, melainkan menjadi momentum evaluasi besar terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia.

“Pengabdian tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan. Semoga kepergian dr Myta menjadi duka yang menggerakkan, bukan kabar yang ramai sehari, lalu hilang ditelan lini masa,” tutur dr Gia.

Dalam caption unggahannya, dr Gia juga menegaskan masih banyak hal yang harus diperbaiki agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Banyak yang perlu diperbaiki agar tidak terulang,” pungkasnya.

Topik Menarik