Jangan Asal Simpan ASIP, 3 Kesalahan Ini Bisa Bikin Nutrisi ASI Rusak
JAKARTA — Menyimpan ASI Perah (ASIP) menjadi rutinitas penting bagi para ibu menyusui, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah. Namun, proses penyimpanan ASIP ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Salah langkah sedikit saja, kualitas nutrisi ASI bisa menurun bahkan menjadi cepat basi.
Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna dalam unggahan di akun Threads miliknya mengingatkan para ibu agar lebih cermat dalam mengelola dan menyimpan stok ASI perah di rumah.
“Kalo kamu pikir simpan ASI perah cuma sesimple tuang tutup taro kulkas, kau salah besar. Soalnya salah-salah yang ada bukannya kamu nyetok ASIP berkualitas, tapi malah nutrisinya rusak,” kata dr. Leonirma, dikutip Minggu (30/8/2026).
Kesalahan Menyimpan ASIP
Menurutnya, terdapat tiga kesalahan utama yang paling sering dilakukan ibu menyusui saat menyimpan ASIP. Pertama adalah membiarkan udara terjebak di dalam kantong ASIP sebelum mengunci seal.
“Sebelum ditutup, pastiin udaranya dikeluarin dulu ya. Kenapa? Soalnya udara yang terjebak bisa mempercepat oksidasi yang bikin nutrisi ASI rusak dan aromanya jadi bau tengik (asam). Jadi, pastiin press sampe bener-bener hampa baru di-seal,” ucapnya.
Kedua adalah menyimpan ASIP di rak pintu kulkas. dr. Leonirma menuturkan, area ini merupakan titik dengan fluktuasi suhu paling tinggi akibat frekuensi buka-tutup pintu yang sering.
“Simpen ASI Perah di rak pintu kulkas. Ini ga bole ya, kenapa? Soalnya rak pintu itu suhunya paling ga stabil karena sering dibuka-tutup,” ucap dr. Leonirma.
Ia menyarankan untuk menempatkan kantong atau botol ASIP di area terdalam kulkas atau freezer. “Pastiin selalu taro ASIP di bagian paling dalam atau paling belakang kulkas/freezer supaya suhunya tetep konsisten dan ASI ga gampang basi,” katanya.
Di sisi lain, mengisi kantong ASIP hingga penuh juga tidak disarankan. Keinginan untuk memaksimalkan kapasitas kantong sering kali membuat ibu mengisinya hingga batas atas. Padahal, sifat fisik cairan akan memuai saat berubah menjadi es.
“Ngisi kantong ASI sampe terlalu penuh. Inget, cairan itu memuai waktu membeku. Kalo isi kantongnya terlalu penuh sampe batas maksimal, kantong bisa bocor atau robek pas beku di freezer,” ungkap dr. Leonirma.
Ia menyarankan agar ibu menyisakan sedikit ruang kosong, setidaknya seperempat bagian kantong, untuk mengantisipasi pemuaian volume saat membeku.
Mengakhiri penjelasannya, dr. Leonirma mengingatkan bahwa perjuangan menyusui membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, menjaga kualitas setiap tetes ASI adalah hal yang utama.
“Menyusui itu perjuangan banget dan ASI itu sangat berharga. Jadi pastiin setiap tetesnya terjaga kualitasnya ya,” tuturnya.









