Trump: Iran Bodoh Jika Tak Bikin Kesepakatan dengan AS, Harus Mencakup Nuklir dan Rudal

Trump: Iran Bodoh Jika Tak Bikin Kesepakatan dengan AS, Harus Mencakup Nuklir dan Rudal

Global | sindonews | Kamis, 12 Februari 2026 - 07:13
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Iran akan menjadi “bodoh” jika tidak mencapai kesepakatan dengan Amerika. Dia menambahkan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup “tidak ada senjata nuklir dan tidak ada rudal".

"Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir akan sangat bodoh jika mereka tidak melakukannya. Terakhir kali kita mematikan tenaga nuklir mereka dan kita harus melihat apakah kali ini kita akan mengambil lebih banyak lagi," kata Trump dalam sebuah wawancara dalam program "Kudlow" di Fox Business Network.

Baca Juga: Iran Tak Mau Didikte, Trump Akan Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Teheran telah melanjutkan pembicaraan dengan Washington pekan lalu di Oman. Belum ada kesepakatan yang signifikan dari perundingan tersebut.

Trump, yang memerintahkan serangan AS terhadap situs nuklir Teheran selama perang 12 hari Israel dengan Iran pada bulan Juni lalu, mengatakan bahwa kesepakatan apa pun di masa depan haruslah kesepakatan yang “baik”.

Ketika ditanya apakah menurutnya kesepakatan apa pun dengan Teheran dengan rezim saat ini akan benar-benar bertahan, Trump mengatakan: "Anda tahu, itu pertanyaan yang bagus." "Banyak orang mengatakan 'tidak'. Dan saya akan mengatakan bahwa saya lebih suka membuat kesepakatan yang akan menghasilkan kesepakatan yang bagus. Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ini, tidak itu. Semua hal berbeda yang Anda inginkan. Namun beberapa orang khawatir, mereka sangat tidak jujur terhadap kami selama bertahun-tahun, sangat tidak jujur," paparnya.

Trump mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu, namun tidak mencapai kesepakatan “definitif” tentang bagaimana melanjutkan hubungan dengan Iran. Dia bersikeras bahwa negosiasi dengan Teheran akan terus dilakukan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.

Netanyahu, yang diperkirakan akan menekan Trump untuk memperluas diplomasi dengan Iran di luar program nuklirnya dan memasukkan batasan persenjataan rudalnya, menekankan bahwa kepentingan keamanan Israel harus diperhitungkan tetapi tidak memberikan tanda-tanda bahwa presiden tersebut membuat komitmen yang diinginkan Netanyahu.

Dalam pertemuan ketujuh mereka sejak Trump kembali menjabat tahun lalu, Netanyahu—yang kunjungannya lebih tertutup dari biasanya dan tertutup bagi pers—berupaya mempengaruhi putaran diskusi AS berikutnya dengan Iran setelah perundingan nuklir yang diadakan di Oman Jumat lalu.

Kedua pemimpin tersebut berbicara secara tertutup selama lebih dari dua setengah jam dalam apa yang digambarkan Trump sebagai “pertemuan yang sangat baik” namun mengatakan tidak ada keputusan besar yang dibuat dan tidak menerima permohonan Netanyahu secara terbuka.Trump mengancam akan menyerang Iran jika tidak tercapai kesepakatan, sementara Teheran berjanji akan membalas, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas ketika AS mengerahkan pasukannya di Timur Tengah. Dia telah berulang kali menyuarakan dukungan bagi keamanan Israel, sekutu lama AS dan musuh bebuyutan Iran.

“Tidak ada keputusan pasti yang dicapai selain saya bersikeras bahwa negosiasi dengan Iran terus dilakukan untuk melihat apakah kesepakatan dapat diwujudkan atau tidak,” kata Trump dalam postingan media sosialnya setelah pertemuan dengan Netanyahu.

“Jika bisa, saya memberi tahu Perdana Menteri bahwa itu akan menjadi pilihan," lanjut dia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/2/2026).

“Jika tidak bisa, kita harus melihat apa hasilnya nanti,” imbuh Trump, seraya menyebutkan bahwa terakhir kali Iran memutuskan untuk tidak menyetujui perjanjian tersebut, AS menyerang situs nuklirnya pada bulan Juni lalu.

Topik Menarik