Hong Myung-bo Diteriaki dan Diusir Suporter di Bandara Incheon: Keluar dari Korea, Kembalikan 2 Miliar Won!

Hong Myung-bo Diteriaki dan Diusir Suporter di Bandara Incheon: Keluar dari Korea, Kembalikan 2 Miliar Won!

Terkini | inews | Selasa, 30 Juni 2026 - 19:01
share

SEOUL, iNews.id - Kepulangan mantan pelatih Tim Nasional Korea Selatan (Korsel) Hong Myung-bo disambut hujatan suporter yang melampiaskan kemarahan atas kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026. Setibanya di Bandara Internasional Incheon, Selasa (30/6/2026) dini hari, suporter meneriaki bahkan mengusirnya.

Hong yang sehari sebelumnya mengumumkan pengunduran diri di markas latihan tim di Meksiko, menjadi sasaran utama kemarahan suporter. Puluhan suporter telah menunggu kedatangannya sejak dini hari. Begitu Hong muncul bersama sejumlah pemain timnas, suasana terminal kedatangan Bandara Incheon langsung memanas. Sejumlah suporter yang marah langsung berteriak.

"Hong Myung-bo, keluar dari Korea! Hong Myung-bo, kau seharusnya malu," teriak suporter, dilansir dari Korea JoongAng Daily. 

Teriakan itu terus menggema di tengah kerumunan. Sebagian suporter bahkan menuntut Hong mengembalikan nilai kontraknya sebagai pelatih timnas Korsel yang dilaporkan mencapai 2 miliar won atau sekitar Rp23 miliar.

"Kembalikan 2 miliar won! Kembalikan uangnya dan pergi."

Namun, ada pula suporter yang memilih memberi semangat kepada para pemain. Mereka meneriakkan, "tetap tegakkan kepala kalian!", sebagai bentuk dukungan meski Korsel gagal memenuhi target di Piala Dunia.

Hong tiba di Incheon bersama delapan pemain, termasuk Kim Min-jae, Lee Kang-in, Hwang Hee-chan, Hwang In-beom, dan Jo Hyeon-woo.

Semula, para pemain dijadwalkan keluar dari terminal lebih dahulu, disusul Hong. Namun, situasi yang semakin tegang memaksa petugas mengubah rencana.

Sekitar 20 orang yang terdiri atas pemain, petugas keamanan, polisi, dan pejabat Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengawal khusus Hong keluar lebih dulu. Kiper Jo Hyeon-woo memimpin rombongan tersebut.

Hong memilih bungkam ketika dihampiri wartawan yang menanyakan apakah dia punya pesan untuk para penggemar. Dia langsung masuk ke mobil van yang telah menunggu dan meninggalkan bandara, tanpa memberikan komentar kepada media maupun suporter. 

Tak lama kemudian, Presiden KFA Chung Mong-gyu, yang berada dalam penerbangan yang sama, juga meninggalkan terminal. Seorang suporter melemparkan tulang kunyah anjing ke arahnya sebagai bentuk protes sebelum akhirnya diamankan polisi.

KFA juga tiba-tiba membatalkan acara penyambutan resmi dan konferensi pers yang sedianya digelar di Bandara Incheon. Keputusan itu diambil setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap Hong Myung-bo melalui media sosial sehingga memicu kekhawatiran soal keamanan.

Sebanyak 160 personel keamanan, termasuk polisi antihuru-hara, dikerahkan untuk mengamankan area bandara. Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan yang berujung pada kekerasan.

Ini menjadi kali pertama sejak Piala Dunia 2002 Korsel pulang dari turnamen tanpa penyambutan resmi di bandara.

Korsel datang ke Piala Dunia 2026 dengan target lolos ke babak gugur untuk kedua kalinya secara beruntun setelah edisi Qatar 2022. Namun, harapan itu pupus setelah hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan di Grup A.

Taeguk Warriors finis di peringkat ketiga grup dengan tiga poin. Dari 12 tim peringkat ketiga, Korsel hanya berada di posisi ke-10 sehingga gagal merebut satu dari delapan tiket ke babak 32 besar.

Dengan format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara, Korsel menutup turnamen di peringkat ke-34. Ini menjadi hasil terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan negara itu di Piala Dunia.

Sementara itu, kapten tim Son Heung-min yang belum kembali bersama rombongan karena perbedaan jadwal penerbangan menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui media sosial.

"Saya benar-benar minta maaf kepada para penggemar. Kami akan memberikan segalanya dan berjuang untuk bangkit kembali," tulis Son.

Topik Menarik