Momen Ajaib, Bocah 6 Tahun Diselamatkan dari Timbunan Lumpur Banjir Nepal
KATHMANDU - Sebuah video yang beredar secara daring memperlihatkan momen saat seorang anak perempuan berusia enam tahun berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari balik lumpur dan puing-puing di Nepal. Penyelamatan ini terjadi tiga hari setelah banjir dahsyat melanda wilayah utara negara tersebut.
Banjir bermula pada Rabu (26/8/2026) setelah massa es dan bebatuan meluncur ke bagian hulu Sungai Bhote Koshi, menghancurkan permukiman di bagian hilir serta di sepanjang Sungai Trishuli, serta merusak rumah, jalan, jembatan, dan infrastruktur energi. Menurut pihak berwenang setempat, jumlah korban tewas telah mencapai 797 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.
Data pihak berwenang menyebutkan bahwa di antara mereka yang hilang terdapat 589 warga negara asing, 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air, dan 85 personel keamanan, sementara 242 orang lainnya mengalami luka-luka.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah distrik Chitwan, dengan 259 korban jiwa, diikuti oleh Nawalparasi Timur dengan 184 kematian dan Nawalparasi Barat dengan 82 kematian, demikian disampaikan oleh Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana, seraya menambahkan bahwa proses identifikasi jenazah masih berlangsung di 21 rumah sakit di seluruh negeri.
Hampir 20.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Dengan menggunakan helikopter dan tim darat, tim penyelamat sejauh ini telah menyelamatkan 8.186 orang—termasuk 279 orang yang sempat terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air dan 227 warga negara asing—demikian disampaikan oleh para pejabat.
Pemerintah telah mengalokasikan bantuan senilai lebih dari satu miliar rupee (Rp115,8 miliar) untuk wilayah-wilayah terdampak, mengerahkan puluhan truk pengangkut bantuan, serta mengatur pengiriman makanan melalui jalur udara bagi masyarakat yang terisolasi akibat banjir.
Di sisi perbatasan wilayah China, 16 orang tewas dan 546 orang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet, menurut keterangan otoritas China pada Minggu (30/8/2026). Di antara mereka yang belum ditemukan terdapat 261 warga negara asing yang berasal dari 23 negara. Lebih dari 2.100 personel penyelamat telah dikerahkan, sementara pihak berwenang memperingatkan adanya risiko lanjutan akibat kondisi medan yang tidak stabil dan terbentuknya danau bendungan baru.










